Cara Menentukan KBLI yang Sesuai dengan Kegiatan Usaha Perusahaan
Menentukan KBLI yang tepat merupakan salah satu langkah penting saat mendirikan perusahaan dan mengurus perizinan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Kesalahan memilih kode KBLI dapat menyebabkan kegiatan usaha yang tercantum dalam perizinan tidak sesuai dengan aktivitas bisnis yang sebenarnya.
Bagi perusahaan yang ingin mengikuti tender, mengurus perizinan konstruksi, atau mengembangkan bidang usaha, pemilihan KBLI juga perlu diperhatikan sejak awal. Kode yang digunakan harus menggambarkan kegiatan usaha secara akurat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

NIB OSS RBA
Lalu, bagaimana cara menentukan KBLI yang sesuai dengan kegiatan usaha perusahaan? Simak panduan berikut agar Anda tidak salah memilih kode saat mengurus NIB dan perizinan usaha.
π Apa Itu KBLI?
KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu sistem pengelompokan kegiatan ekonomi berdasarkan jenis aktivitas usaha yang menghasilkan barang atau jasa. KBLI disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan digunakan sebagai acuan dalam berbagai kebutuhan administrasi, termasuk perizinan berusaha melalui OSS. Sumber resmi BPS.
Dalam praktiknya, kode KBLI membantu pemerintah mengidentifikasi bidang usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan. Kode tersebut juga menjadi salah satu acuan untuk menentukan persyaratan perizinan berdasarkan jenis dan tingkat risiko kegiatan usaha.
Sebagai contoh, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi memiliki klasifikasi kegiatan usaha yang berbeda dengan perusahaan perdagangan material, konsultan manajemen, atau penyedia jasa instalasi listrik.
Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya memilih KBLI hanya berdasarkan nama usaha atau kode yang digunakan perusahaan lain.
π’ Mengapa Pemilihan KBLI Harus Tepat?
Ada beberapa alasan mengapa perusahaan perlu memastikan kesesuaian kode KBLI dengan kegiatan usaha yang sebenarnya.
1. Menjadi Acuan Pengurusan NIB
Nomor Induk Berusaha (NIB) diterbitkan melalui sistem OSS. Dalam prosesnya, pelaku usaha perlu menentukan kegiatan usaha yang sesuai dengan klasifikasi KBLI yang tersedia.
Jika perusahaan memilih kode yang tidak sesuai, data perizinan dapat menjadi tidak selaras dengan kegiatan operasionalnya.
2. Menentukan Persyaratan Perizinan Usaha
Kode KBLI berhubungan dengan klasifikasi kegiatan usaha dan menjadi salah satu dasar untuk menentukan perizinan yang diperlukan. Persyaratan dapat berbeda sesuai jenis kegiatan, tingkat risiko, serta ketentuan sektoral yang berlaku.
Oleh sebab itu, perusahaan perlu memeriksa apakah kegiatan usahanya cukup dengan NIB atau membutuhkan izin tambahan maupun Sertifikat Standar.
3. Mendukung Kesesuaian Dokumen Tender
Dalam pekerjaan konstruksi dan pengadaan, dokumen tender dapat mensyaratkan bidang usaha tertentu yang sesuai dengan lingkup pekerjaan. Kesesuaian KBLI dalam dokumen perusahaan perlu diperiksa bersama persyaratan lain, seperti SBUJK dan SKK Konstruksi jika dipersyaratkan.
Pelajari juga layanan Jasa Pembuatan SBUJK untuk memahami kebutuhan sertifikasi badan usaha di bidang konstruksi.
4. Menghindari Ketidaksesuaian Data Perusahaan
KBLI yang tidak sesuai dapat menimbulkan kendala ketika perusahaan memperbarui data usaha, mengurus izin sektoral, atau menyiapkan dokumen untuk kebutuhan bisnis tertentu.
Dengan menentukan KBLI secara tepat sejak awal, perusahaan dapat mengurangi risiko ketidaksesuaian administrasi.
π Cara Menentukan KBLI yang Sesuai dengan Kegiatan Usaha
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk memilih kode KBLI.
1. Identifikasi Kegiatan Usaha yang Sebenarnya
Langkah pertama adalah mengidentifikasi kegiatan yang benar-benar dilakukan perusahaan. Jangan hanya berpatokan pada nama perusahaan, tetapi perhatikan aktivitas yang menghasilkan pendapatan atau menjadi bagian dari operasional bisnis.
Contohnya, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi perlu membedakan apakah kegiatannya berupa pembangunan gedung, pekerjaan jalan, instalasi listrik, perdagangan bahan bangunan, atau jasa konsultansi konstruksi.
Meskipun masih berkaitan, setiap kegiatan tersebut dapat memiliki klasifikasi dan persyaratan perizinan yang berbeda.
2. Cari Kode KBLI Berdasarkan Uraian Kegiatan
Setelah mengidentifikasi kegiatan usaha, cari kode yang memiliki uraian paling sesuai dengan aktivitas perusahaan.
Pencarian dapat dilakukan melalui laman resmi OSS pada menu KBLI. Periksa judul kegiatan, uraian, dan ruang lingkupnya sebelum menentukan pilihan.
Jangan memilih kode hanya karena nama kegiatannya terdengar mirip. Baca penjelasan ruang lingkup agar kode yang dipilih benar-benar mencakup aktivitas perusahaan.
3. Periksa KBLI yang Berlaku
Perusahaan juga perlu memastikan bahwa kode yang digunakan sesuai dengan klasifikasi terbaru yang diterapkan pada sistem perizinan.
BPS telah menerbitkan KBLI 2025 sebagai pembaruan KBLI 2020. Tersedia pula tabel konversi resmi untuk membantu mencocokkan kode lama dengan klasifikasi baru. Lihat tabel konversi KBLI 2020β2025 dari BPS.
Untuk mengecek kode dan uraian kegiatan, kunjungi laman KBLI resmi OSS.
4. Bedakan Kegiatan Usaha Utama dan Pendukung
Perusahaan dapat menjalankan lebih dari satu kegiatan usaha. Dalam kondisi tersebut, tentukan kegiatan utama yang paling menggambarkan bisnis perusahaan, kemudian identifikasi kegiatan lain yang memang akan dijalankan.
Misalnya, perusahaan yang menjual material bangunan sekaligus menyediakan jasa pemasangan perlu memeriksa apakah aktivitas perdagangan dan jasa pemasangan masuk ke klasifikasi yang berbeda.
Jangan menambahkan kode hanya untuk memperbanyak bidang usaha. Setiap KBLI yang dicantumkan sebaiknya memiliki dasar kegiatan yang jelas dan sesuai dengan rencana operasional perusahaan.
5. Periksa Persyaratan Perizinan pada OSS
Setelah menemukan kode yang sesuai, periksa ketentuan perizinan yang muncul pada sistem OSS. Perhatikan tingkat risiko, persyaratan dasar, serta izin atau Sertifikat Standar yang mungkin dibutuhkan.
Perlu diingat, memiliki kode KBLI tidak otomatis berarti perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan untuk menjalankan kegiatan tersebut. Pemenuhan persyaratan perizinan tetap mengikuti aturan yang berlaku untuk masing-masing sektor.
6. Cocokkan dengan Dokumen Legalitas Perusahaan
Pastikan kegiatan usaha yang dipilih selaras dengan maksud dan tujuan perusahaan dalam akta serta data administrasi badan usaha.
Jika terdapat perbedaan antara kegiatan yang akan dijalankan dan dokumen perusahaan, periksa apakah diperlukan penyesuaian melalui notaris, AHU, atau OSS sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah ini penting agar data legalitas perusahaan, NIB, dan perizinan sektoral tidak saling bertentangan.
π Contoh Penentuan KBLI Berdasarkan Kegiatan Usaha
| Kegiatan perusahaan | Hal yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Kontraktor bangunan | Jenis bangunan dan lingkup pekerjaan konstruksi |
| Kontraktor jalan | Jenis pekerjaan jalan dan ruang lingkup konstruksi |
| Jasa instalasi listrik | Jenis instalasi dan ketentuan usaha ketenagalistrikan |
| Perdagangan material | Jenis barang dan aktivitas perdagangan |
| Konsultan | Jenis jasa konsultansi dan ruang lingkup layanan |
| Penjualan sekaligus pemasangan | Kesesuaian klasifikasi perdagangan dan jasa pemasangan |
Tabel tersebut merupakan contoh awal untuk mengidentifikasi kegiatan, bukan daftar kode KBLI final. Kode yang tepat harus ditentukan berdasarkan uraian resmi dan ruang lingkup kegiatan pada klasifikasi yang berlaku.
β οΈ Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih KBLI
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
- Memilih kode berdasarkan nama perusahaan saja.
- Menggunakan KBLI perusahaan lain tanpa memeriksa ruang lingkup kegiatannya.
- Mengabaikan perbedaan antara perdagangan, pelaksanaan pekerjaan, dan konsultansi.
- Menambahkan KBLI yang tidak sesuai dengan kegiatan usaha yang direncanakan.
- Tidak memeriksa perubahan klasifikasi KBLI 2020 ke KBLI 2025.
- Menganggap NIB sudah cukup untuk semua kegiatan usaha tanpa memeriksa izin tambahan.
Apabila perusahaan sudah memiliki NIB, lakukan pemeriksaan ulang terhadap kode KBLI yang tercantum. Penyesuaian tidak selalu berarti harus mengurus perizinan baru; kebutuhan perubahan bergantung pada kesesuaian kegiatan dan ketentuan yang berlaku. BPS menjelaskan bahwa penyesuaian akibat perubahan substansi kegiatan perlu dibedakan dari konversi kode yang tidak mengubah substansi usaha. Baca penjelasan BPS tentang implementasi KBLI 2025.
β Kesimpulan
Cara menentukan KBLI yang sesuai dengan kegiatan usaha perusahaan dimulai dengan mengidentifikasi aktivitas bisnis, mencocokkan uraian kegiatan dengan klasifikasi resmi, memeriksa KBLI yang berlaku, serta memastikan persyaratan perizinan melalui OSS.
Bagi perusahaan konstruksi maupun jasa penunjang ketenagalistrikan, ketepatan KBLI perlu diperhatikan bersama dokumen dan sertifikasi sektoral yang relevan. Jangan hanya mengejar penerbitan NIB, tetapi pastikan seluruh data usaha menggambarkan kegiatan yang benar-benar dijalankan.
Dengan pemilihan KBLI yang tepat, perusahaan dapat mempersiapkan legalitas usaha secara lebih terarah dan mengurangi risiko kendala administrasi ketika mengembangkan bisnis atau mengikuti tender.
Hubungi Kami
Kami siap membantu kebutuhan legalitas dan sertifikasi perusahaan Anda, meliputi:
β
Jasa Pembuatan SKTTK
β
Jasa Pengurusan SKTTK
β
Jasa Pembuatan SBUJPTL
β
Jasa Perpanjangan SBUJPTL
β
Jasa Pengurusan NIB OSS
β
Jasa Sertifikat Standar OSS
β
Konsultasi Perizinan Ketenagalistrikan
π WhatsApp: 085183067454
π§ Email: sales@jasa-sertifikasi.com
π¬ Direct Chat: https://wa.link/ctwnkd
π Website: https://jasa-sertifikasi.com
Tim Swara Konsultan siap membantu Anda meninjau kesesuaian kegiatan usaha dan kebutuhan legalitas perusahaan. Konsultasikan kebutuhan Anda terlebih dahulu agar proses penentuan KBLI dan perizinan dapat dilakukan dengan lebih tepat.